KKN UNS KELOMPOK 169 DESA GETASANYAR

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 169 menggelar rangkaian program kerja bertema pengelolaan sampah menjadi nilai guna lebih di Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Kegiatan ini meliputi tiga program utama, yaitu Sosialisasi Sampah Organik dan Anorganik, Pembelajaran Praktik Budidaya Maggot, serta Pembelajaran Praktik Alat Press Sampah Manual.

Kegiatan ini diawali berupa observasi di Bank Sampah Induk (BSI) yang berada di bawah naungan DLHP Kabupaten Magetan. Observasi dilakukan untuk mempelajari proses pemilahan dan pengelolaan sampah yang telah diterapkan. Hasil observasi digunakan sebagai dasar dalam menentukan materi edukasi dan bentuk pengelolaan yang sesuai untuk diterapkan di Desa Getasanyar.

Kegiatan sosialiasi yang dilaksanakan mengundang narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan. Kegiatan sosialisasi dengan melibatkan warga setempat ini mendapat sambutan yang sangat antusias. Hal tersebut dibuktikan dengan terpenuhinya kuota peserta se banyak 48 orang. Warga Desa Getasanyar menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan terlibat langsung dalam praktik pengolahan sampah.

Pada sosialisasi dan demonstrasi, masyarakat diberikan penjelasan mengenai jenis sampah, dampak sampah pada lingkungan, dan budidaya maggot menggunakan limbah organik rumah tangga sebagai media pakan. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi mengenai alat dan bahan yang diperlukan untuk sebagai bagian dari siklus budidaya maggot.

Pemilihan ketiga program kerja tersebut terinspirasi dari keberhasilan BSI Magetan yang telah mampu mandiri dalam pengelolaan sampahnya. Ketua KKN UNS Kelompok 169, Muhammad Auffarrasi Azka Jibran, menyampaikan, “Program kerja ini terinspirasi dari keberhasilan BSI Magetan yang telah mampu mandiri dalam pengelolaan sampahnya, mulai dari pemilahan hingga pengolahan menjadi produk yang bernilai guna.”

Ia juga menambahkan, “Kami melihat bahwa sistem yang diterapkan di BSI Magetan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak harus selalu berakhir di tempat pembuangan, tetapi bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat jika dikelola dengan baik.”

Lebih lanjut, Muhammad Auffarrasi Azka Jibran menjelaskan, “Melalui adaptasi konsep tersebut dalam skala desa, kami berharap masyarakat Desa Getasanyar dapat mulai membangun sistem pengelolaan sampah yang dimulai sejak dari hulu.”

Dukungan dari perangkat desa juga terlihat dari pernnyataan Kepala Desa Getasanyar, Pak Angga Suprapto, yang menyampaikan, “ Teman-teman di tim KKN kali ini sudah menghadirkan expertnya dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan dan sudah menghadirkan barang barang nyata maggot aslinya, saya berharap dan saya yakin akan lebih nandes masuk ke hatinya para peserta sosialisasi”

Beliau juga menambahkan,”Progam ini menjadi embrio awal terbentuknya Kelompok Swadaya Masyaraat (KSM) yang memang fokus dalam pengelolaan sampah di tingkat desa

Melalui rangkaian kegiatan ini, KKN UNS Kelompok 169 berharap Desa Getasanyar dapat menjadi desa yang mandiri dalam pengelolaan sampah, tidak hanya dengan menjual sampah terpilah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Harapan besar disematkan agar program ini dapat berkelanjutan dan menjadi langkah awal menuju lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.

vilostyas_PMD

Mahasiswa KKN Kelompok 90 UNS Kenalkan Composter Rotary untuk Atasi Sampah Organik Desa Getasanyar

Magetan, 14 Januari 2026 – Upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus digalakkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 90 dari Universitas Sebelas Maret melalui program sosialisasi dan pelatihan penggunaan Composter Rotary di Desa Getasanyar, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu menyelesaikan persoalan lingkungan di tingkat desa.

Berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama perangkat desa, diketahui bahwa sampah rumah tangga, khususnya sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, sisa makanan, serta kertas, masih banyak dibuang secara langsung ke pekarangan, kebun, bahkan ke aliran sungai. Kebiasaan ini memang dianggap praktis dan tidak memerlukan biaya tambahan, namun dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti penyumbatan saluran air, munculnya bau tidak sedap, hingga meningkatnya risiko pencemaran lingkungan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN 90 menghadirkan solusi sederhana, ekonomis, dan aplikatif berupa Composter Rotary. Alat ini merupakan komposter berbentuk tabung yang dirancang dengan sistem pemutaran manual. Berbeda dengan metode kompos konvensional yang hanya ditumpuk dan dibiarkan, Composter Rotary memungkinkan proses pencampuran bahan organik berlangsung lebih merata melalui pemutaran tabung secara berkala.

Dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan pada 14 Januari 2026, tim KKN menjelaskan secara rinci konsep dasar pengomposan serta manfaat pengolahan sampah organik bagi lingkungan dan pertanian rumah tangga. Warga juga diberikan demonstrasi langsung mengenai cara penggunaan alat. Sampah organik yang telah dipilah dimasukkan ke dalam tabung melalui lubang pengisian, kemudian tabung diputar menggunakan handle agar bahan tercampur sempurna dan mendapatkan suplai oksigen yang cukup.

Sistem sirkulasi udara yang baik di dalam tabung membuat mikroorganisme pengurai dapat bekerja secara optimal. Proses dekomposisi pun berlangsung lebih cepat dibandingkan metode kompos statis. Dalam waktu beberapa minggu, bahan organik akan berubah menjadi kompos matang yang berwarna cokelat gelap, bertekstur remah, serta tidak berbau menyengat. Kompos ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk tanaman pekarangan, kebun, maupun lahan pertanian warga.

Ketua kelompok KKN 90 menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. “Kami berharap masyarakat tidak lagi melihat sampah organik sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Adapun sejumlah manfaat penggunaan Composter Rotary antara lain mampu mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, mempercepat proses pengomposan, meminimalkan bau karena sistemnya tertutup, serta menghasilkan kompos yang lebih merata dan berkualitas. Selain itu, alat ini mudah dioperasikan, tidak membutuhkan listrik, dan cocok digunakan pada skala rumah tangga.

Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan praktik langsung. Beberapa warga menyampaikan ketertarikannya untuk menerapkan sistem pengomposan ini di rumah masing-masing. Perangkat desa pun menyambut baik program tersebut dan berharap inovasi ini dapat menjadi langkah awal pembentukan kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

Melalui program Composter Rotary ini, mahasiswa KKN 90 Universitas Sebelas Maret berharap Desa Getasanyar dapat menjadi contoh desa yang mandiri dalam pengolahan sampah organik. Dengan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Satukan Aksi, Basmi Korupsi: Refleksi HAKORDIA 2025 di Lingkungan Kecamatan Sidorejo

Satukan Aksi, Basmi Korupsi: Refleksi HAKORDIA 2025 di Lingkungan Kecamatan Sidorejo

Membangun Integritas, Melayani dengan Hati

 

Sidorejo – Korupsi bukan sekadar masalah hukum, melainkan penghalang utama bagi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) tahun 2025, Kantor Kecamatan Sidorejo turut ambil bagian dalam momentum global ini untuk meneguhkan kembali komitmen kami terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Tahun ini, tema yang diusung sangat relevan dengan semangat zaman, yaitu:

“Satukan Aksi, Basmi Korupsi”

Tema ini bukan sekadar slogan. Bagi kami di Kecamatan Sidorejo, ini adalah panggilan tugas. Memberantas korupsi tidak bisa dilakukan sendirian; ia membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan tentunya peran aktif masyarakat.

Komitmen Nyata Kecamatan Sidorejo

 

Sebagai garda terdepan pelayanan publik, Kecamatan Sidorejo menerjemahkan semangat “Satukan Aksi” melalui beberapa langkah konkret yang terus kami optimalkan di tahun 2025 ini:

  • Pelayanan Publik Tanpa Pungli: Kami memastikan seluruh layanan administrasi kependudukan dan perizinan di Kecamatan Sidorejo berjalan sesuai SOP, gratis (untuk layanan yang memang tidak dipungut biaya), dan bebas dari pungutan liar.

  • Transparansi Anggaran: Membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat mengenai penggunaan anggaran kecamatan melalui papan informasi maupun website resmi.

  • Zona Integritas: Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan staf di lingkungan Kecamatan Sidorejo telah menandatangani Pakta Integritas untuk menolak segala bentuk gratifikasi.

Peran Serta Masyarakat

 

Kami menyadari bahwa pengawasan terbaik datang dari masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga Kecamatan Sidorejo untuk menyatukan aksi:

  1. Jangan Memberi: Jangan pernah memberikan uang pelicin atau hadiah kepada petugas kami sebagai imbalan pelayanan.

  2. Berani Melapor: Jika Anda menemukan indikasi kecurangan, permintaan pungli, atau pelayanan yang tidak sesuai prosedur, segera laporkan melalui kanal pengaduan resmi kami.

    Mari Bergerak Bersama

     

    Peringatan HAKORDIA 2025 ini menjadi titik tolak bagi kita semua untuk tidak bersikap permisif terhadap perilaku koruptif. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil di lingkungan kita sendiri.

    Mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Sidorejo, kami mengucapkan Selamat Hari Antikorupsi Sedunia 2025. Mari Satukan Aksi, Basmi Korupsi demi Sidorejo yang lebih maju dan bermartabat.

    Kecamatan Sidorejo Melayani, Mengayomi, Berintegritas.

Wujudkan Kecamatan Sidorejo yang Bersih dan Berintegritas Melalui Whistle Blowing System (WBS)

Pemerintah Kecamatan Sidorejo memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta membangun lingkungan birokrasi yang bersih, transparan, dan berintegritas. Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut dalam menjaga profesionalisme kerja, kami menghadirkan sarana pelaporan resmi melalui Whistle Blowing System (WBS).

Apa itu WBS di Kecamatan Sidorejo? Whistle Blowing System (WBS) adalah mekanisme yang kami sediakan sebagai wadah bagi siapa saja—baik masyarakat umum maupun pihak internal—untuk melaporkan dugaan pelanggaran, indikasi kecurangan (fraud), atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh pejabat atau pegawai di lingkungan Kecamatan Sidorejo.

Sistem ini dirancang untuk mendeteksi dini potensi masalah dan memastikan bahwa setiap tindakan yang tidak sesuai dengan kode etik dan peraturan perundang-undangan dapat segera ditangani.

Jangan Takut Melapor: Identitas Anda Terlindungi Kami memahami bahwa kerahasiaan sering menjadi kekhawatiran utama bagi seorang pelapor (whistleblower). Oleh karena itu, kami menegaskan komitmen kami: Kami Melindungi Identitas Pelapor.

Anda tidak perlu ragu atau takut untuk menyuarakan kebenaran. Setiap laporan yang masuk akan dikelola dengan prinsip kerahasiaan yang ketat dan ditindaklanjuti secara profesional sesuai mekanisme yang berlaku. Keamanan dan privasi Anda adalah prioritas kami.

Saluran Pengaduan WBS Jika Anda mengetahui, melihat, atau memiliki bukti terkait pelanggaran yang dilakukan oleh aparatur Kecamatan Sidorejo, segera LAPORKAN. Partisipasi aktif Anda sangat berarti dalam menjaga integritas instansi kita.

Kami menyediakan beberapa saluran pelaporan yang mudah diakses:

  1. Melalui Media Sosial: Direct Message (DM) ke Instagram resmi kami di @sidorejokec

  2. Melalui Pesan WhatsApp: Kirimkan laporan Anda ke nomor 08991419888

  3. Melalui Portal Website Aduan: Akses tautan resmi di https://inspektorat.magetan.go.id/wbs/

    Mari bersama-sama kita awasi dan jaga Kecamatan Sidorejo agar tetap menjadi lingkungan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Keberanian Anda untuk melapor adalah langkah besar menuju perubahan yang lebih baik.

    Terima kasih atas peran serta Anda dalam mewujudkan Kecamatan Sidorejo yang Cemerlang dan berintegritas.

Pelatihan WordPress Magetan


Geliat Digital Dimulai di Ki Mageti:

Sosialisasi WordPress Warnai Ruang Pertemuan

Di era serba daring, memiliki kehadiran online bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Menyadari hal ini, sebuah kegiatan sosialisasi penggunaan WordPress digelar dengan antusias di Ruang Pertemuan Ki Mageti, menjadi titik awal yang menjanjikan bagi peningkatan literasi digital masyarakat setempat. Acara ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan praktis untuk membangun dan mengelola website secara mandiri, membuka pintu peluang baru di dunia digital.

Ruang Pertemuan Ki Mageti, yang biasanya menjadi saksi berbagai kegiatan komunitas, kali ini berubah menjadi ruang belajar digital yang dinamis. Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang – mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal yang ingin memasarkan produk lebih luas, pengurus organisasi masyarakat yang ingin meningkatkan komunikasi, guru yang berencana membuat materi pembelajaran online, hingga pemuda yang tertarik mengembangkan blog pribadi. Keragaman ini mencerminkan kebutuhan universal akan platform website yang mudah diakses.

Sosialisasi yang berlangsung interaktif ini tidak hanya sekadar teori.

Materi inti yang disampaikan mencakup:

1. Pengenalan WordPress: Peserta diajak memahami apa itu WordPress, perbedaannya dengan platform lain (WordPress.com vs WordPress.org), serta keunggulannya seperti open-source, gratis (untuk versi dasar), fleksibel, dan memiliki komunitas dukungan global yang besar.
2. Dasar-Dasar Membangun Website: Langkah demi langkah dipandu mulai dari membuat akun (jika menggunakan WordPress.com) atau memahami kebutuhan hosting (untuk WordPress.org), memilih nama domain yang sesuai, hingga login ke dashboard WordPress.
3. Mengelola Konten dengan Mudah: Peserta mendapat penjelasan praktis tentang cara membuat postingan blog dan halaman statis (seperti “Tentang Kami” atau “Kontak”), mengunggah gambar dan dokumen, serta mengategorikan konten untuk navigasi yang lebih baik.
4. Memilih dan Menyesuaikan Tampilan (Theme): Dijelaskan pentingnya memilih tema yang sesuai dengan tujuan website dan bagaimana melakukan kustomisasi sederhana seperti mengganti logo, warna, dan menu navigasi tanpa perlu koding.
5. Pengenalan Plugin Penting: Diperkenalkan beberapa plugin dasar yang sangat berguna, seperti plugin formulir kontak, SEO (untuk optimasi mesin pencari), keamanan, dan backup. Peserta memahami bagaimana plugin memperluas fungsionalitas website mereka.
6. Prasyarat Dasar: Sosialisasi juga menyentuh aspek penting seperti pemahaman dasar internet, pentingnya keamanan akun (password kuat), dan etika berbagi konten online.

Suasana di Ruang Ki Mageti pun terasa hidup. Interaksi langsung menjadi kunci keseruan acara. Peserta tidak segan mengajukan pertanyaan teknis seperti cara mengatur tata letak halaman atau memecahkan masalah saat praktik kecil. Sesi tanya jawab berlangsung cair, dipandu oleh pemateri yang sabar dan berpengalaman. Antusiasme terlihat jelas ketika peserta mulai mencoba langsung di laptop mereka, didampingi oleh asisten yang berkeliling ruangan. Celoteh seperti, “Oh, ternyata *gampang-gampang susah ya*, tapi lebih mudah daripada yang saya bayangkan!” atau “Wah, ini bisa langsung saya pakai untuk katalog produk kue saya!” sering terdengar, menggambarkan rasa penasaran yang berubah menjadi optimisme.

Dampak yang diharapkan dari sosialisasi ini sangat signifikan:

Pemberdayaan UMKM: Pelaku usaha lokal kini memiliki alat untuk membuat website toko online sederhana, memperluas jangkauan pasar melebihi batas wilayah Ki Mageti.
Penguatan Organisasi: Organisasi masyarakat dapat membangun website resmi untuk publikasi kegiatan, pengumuman, dan penggalangan dana dengan lebih profesional.
Peningkatan Keterampilan Individu: Peserta memperoleh literasi digital baru yang berharga, membuka potensi untuk karir di bidang konten kreator, admin website, atau bahkan pengembangan web lebih lanjut.
Memperkuat Identitas Digital Komunitas: Website dapat menjadi sarana untuk mempromosikan potensi wisata, budaya, atau produk unggulan daerah sekitar Ki Mageti.

Sosialisasi WordPress di Ruang Pertemuan Ki Mageti bukan sekadar pelatihan teknis. Ini adalah batu loncatan menuju kemandirian digital. Semangat belajar dan kolaborasi yang tercipta di ruang itu menjadi modal berharga. Dengan bekal pengetahuan dasar ini, peserta diharapkan tidak berhenti di sini, tetapi terus menggali, mempraktikkan, dan saling berbagi. Ruang Pertemuan Ki Mageti telah membuktikan dirinya bukan hanya ruang fisik, tapi juga ruang di mana benih-benih kreativitas dan inovasi digital ditanam. Saatnya website-website baru hasil tangan peserta mulai bermekaran, membawa nama Ki Mageti semakin dikenal di dunia maya. Langkah awal menuju desa digital telah dimulai!

 

#semerbaksidorejo

Bimtek / pelatihan pengoperasian Website

PENDAHULUAN
Kemajuan teknologi informasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, sekarang ini dengan
kebutuhan akan adanya sistem informasi berbasis komputer pun semakin meningkat hampir semua
bidang dan pekerjaan untuk menyampaikan informasi menggunakan teknologi komputer . Perkembangan
teknologi dan informasi menjadi hal yang sangat penting dalam dunia, karena masa informasi adalah
masa yang canggih dan kompleks, kemudian penuh dinamika dan perubahan terus-menerus. Kondisi
seperti ini menuntut berkembangnya teknologi informasi yang canggih dan menghasilkan informasi yang
cepat, efisien, dan efektif.
Perkembangan teknologi informasi dan tekonologi komputer dalam bidang ilmu pengetahuan,
pendidikan, bisnis, administrasi perkantoran, komunikasi, pemerintahan dan kegiatan lain, dalam
kehidupan sehari-hari memegang peranan yang cukup besar di negara ini dalam proses pembangunan
secara menyeluruh. Internet merupakan salah satu sarana yang mendukung bagi masyarakat untuk
mencari atau mengetahui segala informasi yang dibutuhkan. termasuk juga website yang saat ini sedang
popular. Dengan menggunakan Website, kita dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan. Selain itu
layanan website tersebut dapat diterapkan pada perusahaan-perusahaan, instansi-instansi pemerintahan,
pendidikan dan sebagainya.
Perangkat desa Gondangmanis sebagian besar belum memahami sepenuhnya dalam penggunaan atau
pengelolaan Website yang dikarenakan fasilitas IT yang ada di desa belum mendukung baik dari segi
SDM atau fasilitas sarana prasarana sehingga berdampak pada kurang maksimalnya pelatihan Website
yang pernah diikuti oleh perangkat desa Gondangmanis.
Sebagai desa yang mengembangkan Agrowisata, website di era digital dengan penggunaan internet yang
semakin merata di seluruh penjuru negeri mempermudah penyebaran informasi mengenai berbagai hal
termasuk memasarkan tempat wisata yang biasa di sebut dengan E-Tourism. E-Tourism pada dasarnya
adalah digitalisasi dari seluruh industri dan infrastruktur wisata. Beberapa keuntungan dari e-tourism
adalah pengurangan musim, komunikasi yang lebih sukses dengan pelanggan dan peningkatan pemesanan
dan penjualan secara umum. Penggunaan Internet telah selamanya mengubah struktur dan prinsip industri
wisata. wisatawan sekarang dapat dengan mudah memilih tujuan mereka, membandingkan harga dan
mengelola pertukaran keuangan mereka. Teknologi informasi dan komunikasi dan Internet, jika
digunakan dengan bijak, dapat menjadi alat strategis yang sangat inovatif di tangan para pengusaha
wisata, yang akan membantu mereka meningkatkan posisi fasilitas mereka (Pitoska, 2013).
Sasaran dalam pelatihan sosialisasi pembuatan dan pengoperasian Website Desa kali ini melibatkan
seluruh anggota perangkat Desa Gondang Manis Kec. Bandar Kedung Mulyo. Kegiatan ini bertujuan
untuk (1) meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perangkat desa dalam pembuatan website, dan (2)
meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam pengopersian dan pengelolaan website.
METODE
Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat pembuatan dan pelatihan pengoperasian
website desa agrowisata Gondangmanis ini melalui beberapa tahapan kegiatan dengan rangkaian yang
tersebut di bawah ini. Sasaran kegiatan pelatihan dan pengoprasian website adalah perangkat desa
Gondangmanis di wilayah Kecamatan Sidorejo Kabupaten magetan. Kegiatan ini
dilaksanakan di lembaga Pemerintahan Desa Gondangmanis dengan 3 peserta yaitu perangkat
Urusan Tata Usaha / Operator Desa Pada kegiatan ini menggunakan narasumber dan instruktur
dari tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah yang
cukup berpengalaman dalam bidang Pembuatan Website.
Metode pendekatan untuk pelaksanaan kegiatan pemberdayaan pada masyarakat ini meliputi metode
pelatihan dengan learning by doing. Metode yang digunakan pada kegiatan ini melalui bentuk pelatihan
secara fleksibel dapat membuat atau mengoperasikan website desa. Melalui kegiatan pelatihan ini dapat
diharapkan menyelesaikan permasalah yang dihadapi oleh mitra.

KECAMATAN SIDOREJO

Sidorejo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten MagetanProvinsi Jawa TimurIndonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 7 Kilometer dari ibu kota kabupaten Magetan ke arah barat. Pusat pemerintahannya berada di Desa Sidorejo. Kecamatan Sidorejo terbentuk dari hasil pemekaran tiga kecamatan yaitu PanekanMagetan dan Plaosan.

Batas wilayah

UtaraKecamatan Panekan
TimurKecamatan Panekan dan Kecamatan Magetan
SelatanKecamatan Plaosan dan Kecamatan Ngariboyo
BaratKecamatan Plaosan

Desa/ kelurahan

  1. Campursari
  2. Durenan
  3. Getasanyar
  4. Kalang
  5. Sambirobyong
  6. Sidokerto
  7. Sidomulyo
  8. Sidorejo
  9. Sumbersawit
  10. Widorokandang

Potensi

Kecamatan Sidorejo memiliki berbagai macam potensi alam yang melimpah, Sayuran, Buah-buahan dan peternakan berkembang di daerah ini, dengan tanah yang subur dan sumber mata air menjadikan Sidorejo mampu bersaing dengan kecamatan sekitarnya. produk kerajinan anyaman serta tusuk sate dan bentuk lain dari kerajinan berbahan baku bambu marak di daerah ini.